Aku tahu, aku bukan putra terbaikmu diwaktu lalu. Aku yakin tlah membuat malam-malammu tak tentram.
Kau tahu, aku merasa bersalah bersalah atas semua yang kulakan, tetapi kurasa aku terlalu egois untuk menghintikan kepergian ku dan bersenang-senang. Maafkan aku menyampaikan semua ini melalui pesan, sebab aku benar-benar tidak sanggup menyampaikannya di hadapanmu. Kini, untuk pertama kalinya aku mulai melangkah lurus, dan aku akan bekerja keras sekali memberimu rasa bangga. Aku mencintaimu Ibu, Jagalah dirimu, dan ringankan hatimu.
Rabu, 22 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar